Selasa, 05 November 2013

Bittersweet Adventure 2.0: Secuil Surga dari Ranu Kumbolo (Bagian 2)


kebun-sayur-ranu-pane
Perkebunan Sayur Warga
Kami memulai perjalanan sekitar jam 8:45 dan ekspektasi kita sampai ke Ranu Kumbolo jam 1 siang. Kenapa di bilang ekspektasi? Soalnya waktu aku liat di papan pengumuman, waktu yang di tempuh dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo sekitar 4 jam.  Jalanan pada track awal cukup melelahkan karena track yang menanjak walaupun tidak terlalu ekstrim.

                “Break, break!” pekik Vicky ngos-ngosan.
Kami serentak berhenti dan istirahat sejenak. Yaelah cyiin baru juga berapa menit jalan. Hihihi. Maklumlah ini merupakan debut bagiku dan Vicky. Setelah beristirahat sejenak, kami pun melanjutkan perjalanan di iringi obrolan ringan, canda-gurau (yang kadang garing juga), dan lain-lain supaya tidak merasakan lelah.
istirahat-petualangan-semeru
Aku gak sadar pas di foto
istirahat-ranu-pane-semeru-petualangan
Istirahat sejenak sambil curhat ngobrol
Di tengah perjalanan, banyak rombongan pendaki yang berangkat atau pun baru turun. Mereka menyapa dengan ramah dan memberi semangat. Kami pun juga melakukan hal yang sama.
                “permisi, mas”
                “duluan ya mas”
                “semangat mas!”
Ya sperti itulah sapaan mereka. Ditengah perjalanan, aku penasaran dan aku tanya Anggit. Soalnya dia udah berpengalaman dalam hal daki-mendaki gunung.
                “Git, kenapa ya orang kalo mendaki gunung itu jadi ramah sama pendaki lain? ya kayak saling nyapa gitu. Padahal kan gak kenal.” Tanya ku
                “Ya soalnya kita semua pada jauh dari rumah. Terus kalo misalnya ada apa-apa dengan kita. Siapa yang mau nolongin selain para pendaki itu.” Jelas dia
                “Oh gitu toh.” Aku mengangguk paham
Ahhh... andai kehidupan sehari-hari begitu. Toleransi yang tinggi, keakraban yang hangat, tidak ada rasa iri dan kebencian, pasti hidup kita akan damai serta bahagia. Lha, ini jadi bahas apaan sih?
                Di tengah peerjalanan, medan semakin sulit. Aku dan Vicky  udah mulai kecapean, tapi si Rangga sama Anggit koq pada belum capek ya? aneh sekali. Apakah mereka minum susu kuda liar sebelum berangkat tadi? Entahlah. Aku pun mulai ngomel dalem hati.
                “Capek banget. Ngapain aku ikut-ikutan naik gunung segala? Mending tidur di kost sambil internetan + ngemil,” omel ku dalam hati.
Kenapa cuman dalem hati aja, Mif? Kenapa gak di keluarin aja? Yeee, kalo aku cocot ngomong  kayak gitu langsung aja di sinisin anak-anak dan untuk waktu ke depan gak akan di ajak jalan-jalan lagi. Kemudian aku lihat temen-temen ku yang membawa tas carrier yang tingginya hampir separuh badan mereka dan mereka gak mengeluh sama sekali (tapi gak tau hati mereka ngedumel ato gak, hihihi). Wow mereka hebat, hehehe.
Kondisi jalan pun bermacam-macam, ada yang naik, ada yang menurun, ada yang datar dan di samping kiri jalan ada jurang yang dalam. Jadi kami harus hati-hati saat berjalan. Harus tetap fokus. 
jurang-petualangan-semeru
Di samping jalan ada jurang yang dalam
track-jalan-petualangan
Tanjakannya kayak gini nih
                Sekitar 3,5 jam kalo gak salah kami sudah sampai di WATU REJENG. Lha berarti setengah jam lagi nyampe dong? Kan setengah jam doang? Harusnya sih gitu. Tapi jarak dari Watu Rejeng ke Ranu Kumbolo itu 4,5 KM dan kami kebanyakan istirahat jadi molor waktu nya jadi mana bisa nyampe dalam waktu setengah jam. Tapi gak papa lah, alon-alon asal kelakon, hihihi. Sambil beristirahat, kami berempat menyempatkan diri untuk berfoto dengan berlatar Watu Rejeng, cadas terjal yang indah.
watu-rejeng-istirahat-semeru-petualangan
Watu Rejeng
Kami kemudian melanjutkan perjalanan lagi.  1 jam kemudian atau lebih tepatnya sekitar jam 2 siang, seseorang dari kami berkata (aku lupa siapa yang ngomong ini)
                “Oom, laper oom,” sambil meringis-ringis memegang perutnya.
Akhirnya kami pun istirahat lagi dan mengeluarkan peralatan masak dan 4 cup popmie. Sempet-sempetnya ya, ckckck. Daripada nanti di tengah perjalanan semaput, hihihi. Kami pun mulai merebus air dan makan pop mie dengan lahapnya sambil diliatin pendaki yang lalu lalang di belakang kami. Bodo amat.
makan-siang-semeru-petualangan
              Makan siang dulu, Oom                      
makan-siang-semeru
Alhamdulillah, lumayan buat ganjel perut
             Setelah selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan lagi. Untuk track nya udah agak enakan dari yang sebelum-sebelumnya tapi yo tetep capek juga sih. Di tengah perjalanan, si Vicky kelihatannya udah mulai kepayahan bawa tas carrier nya yang gede itu. Akhirnya aku berinisiatif untu tukar tas. Pas aku coba pake tas carrier nya dia, alamakkk berat banget. Makanya dia udah capek banget. Maklum masih newbie. Setelah itu kami bertemu dengan seorang cewek dengan rombongannya yang baru dari Ranu Kumbolo.
                “Ayo semangat mas!” teriaknya pada kami
                “Ranu Kumbolo udah deket ya, mbak” tanyaku
                “iya udah deket. Setengah jam lagi,” jawabnya santai
                “HAH??” jawabku kaget
                “Iya mas setengah jam lagi. Duluan ya,” pamitnya
Tapi yang dikatakan cewek itu emang bener. Beberapa puluh menit kemudian, kami udah melihat Ranu Kumbolo dari atas tebing. A little piece of heaven.
ranu-kumbolo
Ranu Kumbolo udah mulai keliatan
ranu-kumbolo-semeru
Ranu Kumbolo dari atas tebing. Masih jauh untuk kesana walau udah keliatan
ranu-kumbolo-semeru
                          At last.... mukanya pada rembes semua                            
walaupun udah keliatan dari tebing, tapi tetep aja masih jauh. Kami harus menuruni lereng yang cukup curam dan licin supaya cepet sampe. Sebenernya ada jalur yang agak landai tapi kejauhan jadi kita lebih memilih shortcut. Kabut dari arah timur menyambut kedatangan kami. Alhamdulillah sampe juga di Ranu Kumbolo. Aku pun langsung lepas sepatu dan menuju danau untuk minum air. Entah mengapa, saat aku minum air danau rasanya SUEGERRRR BANGETTT padahal itu air mentah. Mungkin karena kehausan kali ya, hihihi.
Udah ah.... nanti lanjut lagi ya ceritanya, xixixi.

(Bersambung)


2 komentar: