Senin, 04 November 2013

Bittersweet Adventure 2.0: Secuil Surga dari Ranu Kumbolo (Bagian 1)

oro-oro-ombo-semeru-petualangan
Kisahnya kayak lagi di Afrika
Hampir setahun semenjak perjalanan pertama ku di tahun 2012. Maka aku dan kawan-kawanku berencana untuk liburan sebelum masuk kuliah. Sebenernya, aku sama Anggit sudah dari akhir semester dua merencanakan untuk pergi ke Bromo lagi karena aku masih belum puas sama yang tahun lalu. Tanggal 20 Agustus 2013, dini hari setelah KRS an tiba-tiba chat facebook ku nongol seperti ini.

mahamaru-semeru-chatting-facebook-petualangan
Wow

WUTTT!!! Katanya sebelum liburan kemaren pada ngajak Bromo? koq sekarang malah ngajak ke Semeru? kan kalo mau kesana harus punya persiapan yang bener-bener mantep. Mana selama di Balikpapan aku gak pernah olahrga lagi, prett.  "Kapan lagi coba? kamu di Balikpapan 2 bulan cuman jaga toko sama mainan laptop doang. Mumpung kamu masih kuliah di Malang. Kesempatan gak dateng 2 kali lho," bisik hati kecil ku yang imut ini. Setelah menimbang pikiran, akhirnya aku mau aja diajak mereka, walaupun masih ada sedikit kebimbangan. Malamnya, aku mulai cerita sama ibu ku.
                “Bu, nanti kalo udah nyampe Malang, aku mau pergi ke Ranu Kumbolo, ya.” Kalo aku bilangnya mau ke Semeru bakal gak di kasih izin.
Tiba-tiba aja mbak ku nyautin.
                “Kamu mau jadi kayak anak mapala, gitu? Mau-maunya,” ejek mbak ku.
                “Nanti kenapa-kenapa, lho. Mendingan gak usah,” lanjutnya lagi.
Aku manyun. Kalo udah kayak gini lebih baik diem aja. Daripada nggarai cangkem :3. Selanjutnya semua kembali normal sampe sebelum aku balik ke Malang, walaupun masih bimbang untuk ikut ato enggak. Sampai aku berangkat ke Malang pun aku masih belum bahas lagi soal ini. Hehehe.

                Hari rabu tanggal 28 Agustus 2013, aku diajak sama Vicky dan Rangga buat surat kesehatan. Setelah membuat surat kesehatan, Rangga dan Vicky langsung ke tempat penyewaan alat-alat kemah sedangkan aku langsung pulang karena ada janji. Malamnya aku nelpon ibu untuk minta izin. Dengan rayuan mautku sambil merengek-rengek kayak BATUTA (balita tua) akhirnya ibu ku takluk dan memberi izin. Yay!

                Tanggal 30 Agustus 2013, sekitar jam 15:30 aku, Anggit, dan Rangga berkumpul di kostnya Vicky sambil menyiapkan perlengkapan yang mau dibawa. Perlengkapan yang di bawa yaitu: matrass 3 biji, selimut 1, senter , macam-macam bahan makanan, jerigen buat air, dan lain-lain. dan kalian tau,  kalo kami bawa makannanya banyak banget, huahaha kayak orang mau ngungsi aja (ya emang mau ngungsi, jeng. Ngungsi ke gunung). Vicky, Anggir, dan rangga membawa tas carrier masing-masing sedangkan aku yang di anak-bawang kan membawa tas kuliahnya Anggit, hehehe.

persiapan-mahameru-semeru-carrier-petualangan
Ini si Rangga. Kalo yang muka nya gak keliatan itu namanya Anggit
Sebelum berangkat, kami berdo’a supaya selamat sampai tujuan. Ditemani gerimis kecil  serta langit malam yang kelabu, kami berjalan ke jalan raya untuk mencari angkutan kota (angkot) menuju terminal Arjosari. Sekitar jam 7 malem, kami tiba di terminal Arjosari. Kemudian, kami mencari angkot lagi untuk menuju tumpang. Setelah menunggu angkotnya penuh sesak, akhirnya kita berangkat ke Tumpang jam setengah 8 kalo gak salah, terus nyampe Tumpang jam 8 an. Kami menunggu di depan indomaret Tumpang sambil makan, beli perlengkapan yang kurang, dan menunggu penumpang yang lain dateng. 

ngantuk-nunggu-bis-mahameru-petualangan
Anggit udah ngantuk

nunggu-mahameru-perjalanan-petualangan-tumpang
"Jangan di foto"

Kalo mau murah, kita harus nunggu sampai batas maksimum penumpang. Kalo penumpang full (sekitar 15 orang) kita hanya bayar Rp 35.000,-/orang. Sekitar jam 10 malem, kami berangkat ke Ranu Pane bersama pendaki veteran dari Surabaya 6 orang. Karena tidak mencapai jumlah full, masing-masing harus membayar sekitar Rp 49.000,-/orang.  Saat melewati hutan di Tumpang, aku jadi teringat Perjalanan ku waktu ke Bromo Waktu itu terasa banget capeknya soalnya, kami kesana hanya naik motor. Kalo naik mobil gak begitu terasa capeknya.

                Sekitar jam 12 malam, kami sampai di Ranu Pane. Kami bersepuluh (termasuk pendaki veteran) langsung mencari shelter untuk menginap dan untungnya kami menemukan shelter yang kosong jadi tidak perlu untuk membongkar tenda. 

sampai-ranu-pane-semeru-petualangan-lumajang
Udah nyampek
Kami menggunakan polybag sebagai alas tidur. Apakah setelah itu kami bisa beristirahat dengan nyaman? Jawabannya TIDAK, sodara-sodara. Selain suhu yang semakin rendah, alas tidur kami sering berbunyi “kresek-kresek” saat kami bergerak. Aku pun tertidur cuman beberapa menit saja. Saat subuh, pendaki veteran bangun untuk sholat subuh. Aku dan Anggit pun ikut gabung. Saat aku dan Anggit wudhu, airnya DINGIN BANGET kayak air es, brrrrr. Jam 5 pagi, Rangga dan Vicky bangun dan bersiap untuk menuju ke pos guna registrasi dan sarapan di warung. Kami pergi ke pos registrasi tidak bersama pendaki veteran.
tas-petualangan-tupperware-ranu-pane
Tas yang ku bawa yang ada botol Tupperware nya

ranu-pane-pagi-hari-polybag-dingin
Rangga lagi ngelipetin alas tidur alias polybag



danau-ranu-pane-kabut
Ranu Pane dilihat dari shelter 
pendaki-veteran-ranu-pane-semeru
Salah seorang pendaki veteran
tanaman-aneh-hijau-ranu-pane
Tanamannya bagus tapi aku gak tau namanya. Sda yang tau?
jalan-shelter-ranu-pane
Perjalanan ke pos registrasi
shelter-ranu-pane
Sopo iki sing iseng?
    Sampai di pos registrasi, ternyata posnya belum buka (yaiya lah wong masih jam 5). Akhirnya kami ke warung untuk sarapan pecel. Setelah sarapan, kami berempat pergi ke Ranu Pane. Danaunya cantik banget, bro. Kayak di kalender-kalender gitu. Kami pastinya foto-foto disitu buat kenang-kenangan, hihihi

ranu-pane-pagi-hari
Subhanallah! damai sekali
ranu-pane-pagi-hari
Kalo kabutnya gak ada udah kayak di kalender 
ranu-regulo-pane-pagi-hari
ini mess kosong tapi ada lemari sama tempat tidur

ranu-pane-pagi-hari
Nongkrong dulu
ranu-pane-pagi-hari
Vicky dan Anggit
orang-gila-ranu-pane-pagi-hari
kenapa anak ini?
jenggot-ranu-pane-pagi-hari
Jenggotnya...

ranu-pane-pagi-hari
Model(empar) sabun 

Bittersweet Adventure 2.0: Secuil Surga dari Ranu Kumbolo (Bagian 1)
"Ape lu liat-liat?"
Bittersweet Adventure 2.0: Secuil Surga dari Ranu Kumbolo (Bagian 1)
Rangga abis poop
Setelah foto-foto geje, kami pergi ke pos untuk registrasi. Disana aku melihat beberapa informasi tentang gunung Semeru. Ada satu informasi yang membuat aku langsung ciut
data-korban-pendakian-semeru
Data korban
data-korban-pendakian-semeru
Data korban
Aku langsung berdo’a dalam hati supaya kami semua selamat hingga pendakian selesai. Dan ini ada pengumuman/ himbauan yang berhasil aku capture:
pengumuman-pendakian-semeru
Pengumuman
                Setelah selesai registrasi sekitar jam 8 pagi , kami berdo’a bersama dan pergi meninggalkan Ranu Pane  . Oh iya, di sana kami melihat kuburan muslim kecil. 
makam-ranu-pane-semeru
sumber gambar dari sini
Mungkin sebagai peringatan antara hidup dan mati karena kita adalah manusia yang pasti mati nantinya. Petualangan pun di mulai.....

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar